cahaya lampu yang sama dengan pergerakan masa yang berbeda...
Sebuah sudut di sebuah ruang, sebuah titik pada kalimat panjang,
Secangkir coklat panas yang menyudutkan dalam berbagai pembicaraan,
Mengalami pandangan yang memasung hati,
Mendekatinya dan tidak pernah berusaha menghindarinya.
Aku menatap langit sekali lagi, menjejak tanah seperti yang sering terjadi..
disana... mencari.... kediaman hatimu untuk hatiku...
Musafir jiwa... hatimu layaknya padang pasir tuan muda,
dan aku berusaha mencari sisi terindah yang boleh ditampilkan dalam biasan nya,
aku mencari nuansa yang mampu diciptakannya..
berusaha mencari oase ditengah titik balik waktu yang mewujud,
dan kemudian dipermainkan oleh peranan ku sendiri atas ketidakpahaman ku...
Semua tampak sama dalam asa...Asa yang coba ditawarkan pada jiwa oleh para penjaja asa,
Yang berjalan mengendap endap seperti pencuri di malam hari,
Memberikan pertanda, melepaskan logika dan mengintai di setiap keadaan fana.....
Namun jiwa adalah jiwa...
Sekuat apapun terbelenggu akan memilih arah yang sama...
Dan aku... mulai menapaki setapak mu...mengarahkan pandangan ku pada pertanda cahaya mu,
merasakan keindahan mu, berlari menuju kedalaman yang tak berwujud,
mengenali diri bukan sebatas fatamorgana dan selalu terkagum dengan keindahan nya...
Disana.... aku menatap satu warna yang indah, bukan karena dia sempurna oleh sisi sudut maya,
tapi karena dia luar biasa dalam keindahan inti nya...
Kini hatimu layaknya pantai yang tenang,
dimana aku mencari arah pandangan pemahaman ku,
dan berharap pada cahaya yang mengoyak malam,
pada mercu suar yang menuntunku pulang pada kediaman jiwa...
Dan aku akan berlari sejauh apa pun untuk menemui mu, mengakhiri semua penantian panjang ku dalam keindahan inti hati mu...





3 comments:
for mi sanma, akhirnya menyelesaikan apa yang sudah lama aku pikirkan... Sayang Abang...:)
pelabuhan terakhir sepertinya telah ditetapkan ... :)
for my lovely shinta,
love u always honey..
sayang shinta :)
Posting Komentar